Bangun Karakter Positif, Siswa MIN 2 Tanjungbalai Laksanakan Ikrar Anti Bullying

Dalam upaya mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan, siswa MIN 2 Tanjungbalai melaksanakan Ikrar Anti Bullying yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di pentas seni madrasah, pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen MIN 2 Tanjungbalai dalam menanamkan nilai-nilai karakter positif kepada peserta didik sejak dini. Melalui pembacaan ikrar bersama, para siswa menyatakan kesiapan untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menolak segala bentuk tindakan perundungan baik secara fisik, verbal, maupun melalui media sosial.

Pelaksanaan ikrar diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh wali kelas 1b. Dalam suasana yang penuh khidmat, siswa kelas 1 mengangkat tangan dan mengucapkan janji untuk menjadi pelajar yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta berani melaporkan apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Adapun isi ikrar anti bulliying yaitu beriman dan bertakwa kepada Allah SWT serta menjunjung tinggi nilai-nilai akhlakul karimah. Menghormati dan menghargai setiap teman tanpa membedakan suku, agama, ras, kemampuan, maupun latar belakang. Menolak segala bentuk perundungan (bullying), baik secara fisik, verbal, sosial, maupun melalui media digital. Menjaga sikap, perkataan, dan perbuatan agar tidak menyakiti perasaan orang lain. Menjadi sahabat yang peduli, saling membantu, dan menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Berani melaporkan kepada guru atau pihak yang berwenang apabila melihat atau mengetahui adanya tindakan perundungan. Menjadi pelopor dan teladan dalam menebarkan kebaikan, kedamaian, dan semangat persaudaraan di lingkungan madrasah.

Kepala MIN 2 Tanjungbalai menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata madrasah dalam membangun budaya positif dan memperkuat pendidikan karakter. Menurutnya, madrasah tidak hanya bertugas mencerdaskan peserta didik secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang santun, berempati, dan bertanggung jawab. “Melalui ikrar anti bullying ini, kami berharap seluruh siswa dapat memahami pentingnya menghargai sesama dan menjaga lingkungan belajar yang harmonis. Madrasah harus menjadi tempat yang menyenangkan bagi setiap anak untuk tumbuh dan berkembang,” ungkap Kepala MIN 2 Tanjungbalai.

Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa pencegahan perundungan memerlukan kerja sama dari seluruh warga madrasah, termasuk orang tua dan masyarakat. Dengan adanya komitmen bersama, diharapkan tidak ada lagi perilaku yang dapat merugikan maupun menyakiti perasaan orang lain. Para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menyambut positif pelaksanaan ikrar dan berkomitmen untuk menjadi agen perubahan dalam menciptakan suasana belajar yang penuh kasih sayang dan kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, MIN 2 Tanjungbalai kembali menegaskan komitmennya sebagai madrasah ramah anak yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai akhlakul karimah. Diharapkan, semangat anti bullying yang telah diikrarkan dapat terus tertanam dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi budaya positif di lingkungan madrasah.